Search

Loading...

Thursday, January 10, 2013

Bumi dan Antariksa

Apakah antariksa itu ???
Antariksa adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan langit.

Sistem Tata Surya

Tata surya di definisikan sebagai kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasniya (baik itu planet, planet kecil, bulan, asteroid, dan komet). Di tata surya ada 8 planet, yaitu antara lain Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus. Di tata surya juga terdapat 5 planet kecil/kerdil seperti Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris. Selain itu juga di tata surya terdapat 173 bulan, dan jutaan benda-benda angkasa lain seperti meteor, asteroid dan komet.



Asal Mula Tata Surya

Banyak sekali teori tentan terbentuknya tata surya. Teori-teori tersebut antara lain :

1. Hipotesis Kabut Nebula
Hipotesis kabut nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg tahun 1734 dan kemudian disempurnakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775. Hipotesis serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara terpisah pada tahun 1796. Hipotesis ini menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang di milikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi maatahari. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari.
Akibat gaya gravitasi, gas gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar.

2. Hipotesis Planetisimal
Hipotesis Planetisimal pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Hipotesis planetisimal mengatakan bahwa Tata Surya kita terbentuk akibat adanya sebuah bintang yang melintas dekat dengan matahari, pada masa awal pembentukan matahari. Karena terlalau dekat maka menyebabkan terjadinya tonjolan pada permukaan matahari, dan bersama proses internal matahari, menarik materi berulangkali dari matahari. Sementara sebagian besar materi tertarik kembali, sebagian lain akan tetap orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran kecil yang mereka sebut planetisimal dan beberapa yang besar sebagai protoplanet. Objek-objek tersebut bertabrakan dari waktu ke waktu dan membentuk planet dan bulan, sementara sisa-sisa materi lainnya menjadi komet dan asteroid.

3. Hipotesis Pasang Surut Bintang
Hipotesis pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena ada sebuah bintang yang mendekat pada matahari. Keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari matahari dan bintang tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka yang kemudian terkondensasi menjadi planet.

4. Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan oleh astronom Belanda yang beranama G.P. Kuiper pada tahun 1950. Hipotesis kondensasi menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa.

5. Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle pada tahun 1956. Hipotesis mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More